~pena di tanganku, hanya jadi tulisan tak berarti, pena di tangan Pramoedya Ananta Toer dapat menjadi karya sastra mendunia. bola ditanganku hanya kubelah dua untuk dijadikan helm mainan, bola tendangan Beckam menjadi uang jutaan dollar. raket di tanganku paling hanya untuk mukul nyamuk, raket di tangan Susi Susanti menjadi medali emas.~
maka, bertanyalah saya pada diri sendiri, apa yang sudah bisa saya lakukan? sudah cukupkah kualitas dan kapasitas saya untuk menjadi seorang manusia yang sebenarnya? ketika orang lain telah mencapai sebuah pencapaian yang mereka impikan. bagaimana dengan saya? padahal, kita sama, sama-sama makan, sama-sama memiliki waktu 24 jam. bahkan, kita dikaruniai organ tubuh lengkap tanpa cacat. akan kita latih menjadi apa tangan kita ini? tangan-tangan terampil yang bisa mengolah sesuatu menjadi lebih berarti dan bernilai.
Sudah semakin berkualitas kan kita hari ini?
.sebagai wujud syukur…terus tingkatkan kapasitas diri. janganlah menua tanpa arti…
indonesia butuh tangan-tangan kita.








